Karya Mandiri

Provider PPOB Bukopin

PPOB PLN Disoal: Tagihan Rp 270 Ribu, Dikredit Rp 270 Juta

Jember, zonaberita.com - Program Payment Online Bank (PPOB) yang dilaksanakan PT PLN (Persero) Jember, mulai dikeluhkan. Program dengan jargon “Hemat Biaya” itu ternyata justru membuat bingung pelanggan akibat banyaknya kesalahan pada sistem auto debet bank.

Salah satu temuan Indonesian Crisis Center (ICC) Jember mengungkap, beberapa keluhan justru berasal dari kalangan pengusaha yang baru mengikuti program pembayaran online itu. “Seorang pengusaha mengaku kaget karena tiba-tiba dana di akun banknya dikredit Rp 270 juta, padahal tagihannya hanya Rp 270 ribu,” ujar ketua Litbang ICC, Nunung S.

Kepala PT PLN (Persero) APJ Jember Agus Kuswardoyo, belum berhasil dikonfirmasi terkait temuan ICC. Salah seorang stafnya mengatakan, ia sedang bertugas di luar kota.

Sementara itu, ditemui www.zonaberita.com, Sabtu (1/5/2010), Nunung berpendapat PT PLN (Persero) APJ Jember belum siap melaksanakan program baru itu. Temuan lain, ternyata program baru yang dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam membayar kewajibannya itu ternyata makin merepotkan.

Nunung memberi contoh, banyaknya pelanggan yang mendapat surat peringatan pemutusan hanya gara-gara tagihannya tidak bisa dibayar melalui PPOB. “Semisal bulan Maret konsumen menunggak, sedangkan dia bulan April 2010 ini melewati batas pembayaran tanggal 20 April 2010 maka dia langsung dikenakan surat perintah pemutusan listrik sementara. Ini kan memaksa pelanggan menyelesaikan pembayarannya ke kantor PLN. Jadi kalau sama dengan sistem manual, lantas apa perlunya PPOB,” papar Nunung.

Ada data yang menyebutkan bahwa beberapa bos hotel , dan bos pemilik bengkel di Jember yang membayar tagihan rekening listrik melalui auto debet di Bank itu dirugikan. Beruntung hal itu diketahui. Jika tidak maka PLN sebagai pihak penerima keuangan dari bank itu bisa menghadapi tuntutan membobol akun nasabah bank.(ki/ijo)